
- Admin
- 0 Comments
Manajemen konstruksi merupakan aspek penting dalam pelaksanaan proyek pembangunan yang bertujuan untuk memastikan semua aspek berjalan dengan efisien dan efektif. Proses ini melibatkan perencanaan, koordinasi, pengawasan dan pengendalian sebagai sumber baik manusia, material, maupun anggaran agar proyek dapat selesai tepat waktu sesuai dengan anggaran dan memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan. Manajemen konstruksi mencakup berbagai tahapan, mulai dari perencanaan awal, pengadaan bahan dan tenaga kerja, hingga pengawasan di lapangan. Dalam pelaksanaannya, manajemen konstruksi juga berperan penting dalam koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat, seperti kontraktor, sub kontraktor, arsitek, insinyur, dan pemilik proyek.
Fungsi Manajemen Konstruksi
Manajemen konstruksi memiliki berbagai fungsi penting yang bertujuan untuk mengelola dan mengawasi proyek konstruksi secara efisien dan efektif. Berikut beberapa fungsi utama dari manajemen konstruksi.
-
Perencanaan (Planning)
Perencanaan atau planning bertujuan untuk menentukan suatu proyek pembangunan yang seperti apa yang akan dikerjakan,kapan waktu pengerjaan proyek, serta bagaimana cara proyek tersebut dilakukan. Dalam hal ini, seorang manajer konstruksi wajib menjadi pengambil keputusan atas rencana pembuatan konstruksi yang sesuai. -
Pengorganisasian (Organizing)
Manajemen konstruksi berfungsi untuk membentuk suatu organisasi atau divisi yang dibutuhkan dalam hal melakukan sebuah proyek yang sesuai dan sudah direncanakan. -
Pengarahan (Actuating)
Fungsi ini artinya melakukan pembinaan atau melakukan pengarahan seperti memberikan pelatihan dan memberikan bimbingan dalam bentuk arahan yang lainnya agar pada setiap tanggung jawab dapat terlaksana dan berjalan dengan baik. -
Pengendalian (Controlling)
Dalam hal ini, manajemen konstruksi bertindak sebagai pengawas terhadap kegiatan proyek dan melakukan evaluasi jika saja terjadi penyimpangan di dalam suatu divisi dalam proyek tersebut berlangsung.
Tujuan Manajemen Konstruksi
Manajemen konstruksi mengatur pelaksanaan konstruksi untuk mencapai hasil yang optimal dan tujuan yang baik dengan persyaratan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka harus diperhatikan bagaimana mutu pembangunan, biaya, dan waktu pelaksanaan yang harus dirancang. Berikut beberapa tujuan manajemen konstruksi:
-
Pengelolaan Biaya
Pengelolaan biaya dilakukan untuk mengatur biaya agar hemat dan juga tepat sasaran. Hal ini menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh tim manajemen konstruksi pada setiap proyeknya. -
Pengelolaan Kualitas
Pengelolaan kualitas merupakan pengelolaan yang tujuannya dilakukan agar kualitas pekerjaan yang dihasilkan sesuai apa yang sudah ditetapkan. -
Pengelolaan Waktu Pelaksanaan
Hal ini jika dilakukan dengan baik, maka akan menjadi hal yang sangat penting di dalam suatu proyek pembangunan. -
Pengelolaan Risiko
Sistem manajemen konstruksi dibuat dengan tujuan agar bisa melakukan identifikasi, melakukan analisis, melakukan perkiraan, dan melakukan pencegahan terhadap setiap risiko yang mungkin terjadi selama proses kerja berlangsung. -
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Hal ini biasanya mencakup pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM), melakukan jenjang komunikasi di dalam pelaksanaan proyek, dan lain sebagainya.
Baca juga: Manajemen Keselamatan Konstruksi PERMEN PUPR Nomor 10 Tahun 2021
Recent Posts
Recent Comments
Categories
- Blog
- BUJK
- ISO 14001
- ISO 19650
- ISO 37001
- ISO 45001
- ISO 9001
- IUJPTL
- Jasa Pendirian PT
- Konstruksi
- Kontraktor Listrik
- Manajemen Pemangku Kepentingan
- Manajemen risiko
- Pengelolaan dampak lingkungan
- SBU
- SBUJK
- SBUJPTL
- Sertifikasi ISO
- Sertifikat Standar OSS
- SKK
- SKTTK
- Standar ISO
- Strategi Keunggulan Kompetitif
- Strategi Pertumbuhan Bisnis
- Sumber Daya manusia
- Teknik Prefabrikasi
- Total Quality Management